Harga Samsung Galaxy S5 Kok Mahal Ya? Padahal Biaya Produksinya Rp. 3 Jutaan

Harga Samsung Galaxy S5 Kok Mahal Ya? Padahal Biaya Produksinya Rp. 3 Jutaan

Samsung Galaxy S5 merupakan smartphone yang memiliki sejumlah teknologi canggih seperti pendeteksi denyut jatung, sensor pemindai sidik jari hingga mampu menyelam dalam air dan anti debu. Saat ini smartphone besutan asal Korea Selatan itu sudah diluncurkan di Indonesia dengan harga berkisar Rp 8,5 juta. Harga yang lumayan tinggi dan tentunya juga menimbulkan keingintahuan yang besar sehingga muncul suatu pertanyaan, apa yang membuat smartphone ini dijual dengan harga mahal?

Sebuah perusahaan besar yang biasa menangani masalah IHS (Indeks Harga Saham) akhirnya merilis Teardown Samsung Galaxy S5. Teardown ini maksudnya adalah membongkar dan memisahkan komponen-komponen yang digunakan untuk membangun sebuah smartphone, kemudian dihitung harga masing-masing komponen tersebut. Akhirnya setelah dihitung, secara keseluruhan biaya komponen yang ada pada Samsung Galaxy S5 hanya berkisar $256 USD atau sekitar Rp 3 jutaan.

Jika dirincikan, untuk teknologi sensor sidik jari yang ada pada Galaxy S5 hanya memakan biaya $4, lebih murah dibanding sensor sidik jari milik Apple yakni seharga $15. Kemudian komponen DRAM dan memori flash hanya seharga $33, dan komponen termahal dari Galaxy S5 adalah panel layar 5 inci Full HD teknologi Super AMOLED yang harganya $66. Sedangkan untuk biaya perakitan Samsung Galaxy S5 hanya menelan biaya $5 per komponennya.

Sementara untuk komponen lainnya merupakan hasil daur ulang. “Kami melihat beberapa komponen yang didaur ulang, yang sebelumnya juga dipakai di perangkat Samsung lainnya,” ujar Andrew Rassweiler, analis dari IHS. “Tidak ada terobosan atau komponen baru yang lebih canggih, Samsung hanya meneruskan apa yang sudah ada,” imbuhnya. Seperti dilansir dari laman Recode, (16/4/2014).

Seperti kita ketahui, chipset utama pada smartphone Galaxy S5 adalah menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 801, chip yang telah banyak dilihat dalam banyak smartphone lainnya seperti yang terbaru dari Nokia dan LG. meskipun versi chipset yang digunakan di Galaxy S5 sedikit lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

Lalu pertanyaannya, jika harga total komponen dan biaya produksi yang dikeluarkan Samsung untuk menciptakan Galaxy S5 hanya Rp 33 juta, mengapa harga jualnya mahal? IHS pun menjawabnya, harga tersebut belum termasuk ongkos untuk riset dan pengembangan, lisensi software, biaya distribusi serta biaya pemasaran yang jumlahnya bisa beberapa kali lipat dari harga komponen-komponen Galaxy S5 tersebut.