Mengapa Password Twitter Lebih Diincar daripada Kartu Kredit?

Password

Pemilik akun media social hendaknya lebih berhati-hati. Hasil studi yang dilakukan oleh seorang analis senior dari perusahaan keamanan komputasi bernama Michael Callahan menunjukkan bahwa bagi para hacker, password Twitter dianggap lebih menarik ketimbang password dari kartu kredit. Dalam studinya, Callahan menjelaskan beberapa alasan mengapa hacker lebih tertarik pada password salah satu media social ini.

Menurut analis senior tersebut, disebutkan bahwa dengan membobol password kartu kredit, hacker hanya akan mendapatkan keuntungan dari kartu kredit itu saja. Selain itu, keuntungan maksimal yang didapatkan oleh hacker hanya sebatas limit yang ada pada kartu kredit yang mereka retas. Jika dibandingkan dengan password kartu kredit, password Twitter jauh dinilai lebih menguntungkan bagi para hacker.

Dengan meretas password dari sebuah Twitter seorang hacker dapat membobol akun rekening dari sang empunya Twitter. Jika dari kartu kredit hacker hanya akan mendapatkan satu keuntungan untuk per kartu kredit, dari peretasan password Twitter hacker dapat melakukan pembobolan dari akun teman, kerabat, ataupun saudara.

Selain itu, melalui pencurian akun media social yang dicuri, hacker juga dapat menanamkan malware serta melakukan phishing pada akun media social untuk mencuri rekening.

“Media social dan berbagai hal lainnya yang menggunakan password dan username dapat digunakan sebagai jalan untuk memulai serangan pada pemilik akun itu sendiri atau orang lain disekiarnya”, tutur Callahan dikutip dari The Telegraph.

Hal yang mengejutkan yang didapatkan dari studi ini adalah, password akun social media dan juga password kartu kredit dapat dijadikan sebagai mata uang dalam pasar gelap hacker. Seperti mata uang pada umumnya, tiap password yang diretas memiliki nilai yang berbeda- beda. Harga yang dibanderol untuk password Twitter dan password kartu kredit pun berbeda.

Harga password kartu kredit dan password Twitter sebagai mata uang bagi para hacker pun berbeda. Berdasarkan studinya, Callahan menyebutkan hacker dapat menjual data kartu kredit dengan harga rata- rata USD 20-40 sedangkan untuk informasi detail data password akun Twitter dapat dijual seharga USD 16 – 325.

Dengan adanya hasil studi ini, Callahan menyarankan setiap pengguna media social untuk memiliki password yang berbeda antar akun. Sehingga jika satu akun dihacked akun lainnya akun tetap aman.